AMELOBLASTOMA ADALAH PDF

Corresponding author. Received Mar 5; Accepted Dec Abstract Ameloblastic carcinoma AC is a rare aggressive malignant epithelial odontogenic tumor of the maxillofacial skeleton with a distinct predilection in the mandible. It may appear de novo or originate from a pre-existing ameloblastoma or odontogenic cyst. It exhibits cytological features of ameloblastoma and carcinoma.

Author:Ker Kazranris
Country:Iceland
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):15 September 2019
Pages:296
PDF File Size:7.70 Mb
ePub File Size:9.53 Mb
ISBN:552-7-58033-767-5
Downloads:72048
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kajijas



Konsep asuhan keperawatan pada pasien dengan ameloblastoma l. Contoh kasus perioperatif intra operatif pada pasien dengan ameloblastoma. Ameloblastoma merupakan tumor yang berasal dari epithelial, gingival mucosa atau gengivomaxillary yang muncul pada gigi Price, Sylvia A, Ameloblastoma merupakan tumor odontogenik yang paling sering terjadi di mandibula dan maksila. Tumor ini berasal dari epitelium yang terlibat dalam proses pembentukan gigi, akan tetapi pemicu transformasi neoplastik pada epitel tersebut belum diketahui dengan pasti.

Secara mikroskopis, ameloblastoma tersusun atas pulau-pulau epitelium di dalam stroma jaringan ikat kolagen. Ameloblastoma juga mempunyai beberapa variasi dari tampilan histopatologis, akan tetapi tipe yang paling sering terlihat yaitu tipe folikular dan pleksiform. Pada sebagian besar kasus, ameloblastoma biasanya asimptomatik, tumbuh lambat, dan dapat mengekspansi rahang Arif, Definisi ameloblastoma amel, yang berarti enamel dan blastos, yang berarti kuman adalah tumor, jarang jinak epitel odontogenik ameloblasts, atau bagian luar, pada gigi selama pengembangan jauh lebih sering muncul di rahang bawah dari rahang atas.

Ini diakui pada tahun oleh Cusack. Jenis neoplasma odontogenik ditunjuk sebagai adamantinoma pada Tumor ini jarang ganas atau metastasis yaitu, mereka jarang menyebar ke bagian lain dari tubuh , dan kemajuan perlahan, lesi yang dihasilkan dapat menyebabkan kelainan yang parah dari wajah dan rahang.

Selain itu, karena pertumbuhan sel yang abnormal mudah infiltrat dan menghancurkan jaringan sekitar tulang, bedah eksisi luas diperlukan untuk mengobati gangguan ini 5. Ameloblastoma ialah tumor yang berasal dari jaringan organ enamel yang tidak menjalani diferensiasi membentuk enamel.

Hal ini telah dijelaskan sangat tepat oleh Robinson bahwa tumor ini biasanya unisentrik, nonfungsional, pertumbuhannya bersifat intermiten, secara anatomis jinak dan secara klinis bersifat persisten.

Ameloblastoma adalah tumor yang berasal dari epitelial odontogenik. Ameloblastoma biasanya pertumbuhannnya lambat, secara lokal invasif dan sebagian besar tumor ini bersifat jinak 7. Jadi Ameloblastoma adalah suatu tumor berasal dari sel — sel embrional dan terbentuk dari sel — sel berpontesial bagi pembentukan enamel.

Tumor ini biasanya tumbuh dengan lambat, secara histologis jinak tetapi secara klinis merupakan neoplasma malignan, terjadi lebih sering pada badan atau ramus mandibula dibanding pada maksila dan dapat berkapsul atau tidak berkapsul. Tumor ini jarang terjadi pada anak yang usianya lebih kecil dari 10 tahun dan relatif jarang terjadi pada usia 10 sampai 19 tahun.

Tumor ini menunjukkan angka prevalensi yang sama pada usia dekade ketiga sampai dekade ketujuh. Tidak ada prediksi jenis kelamin yag signifikan. Tumor ini biasanya asimptomatik dan lesi yang kecil ditemukan pada saat pemeriksaan radiografis. Gambaran klinis yang sering muncul adalah pembengkakan atau ekspansi rahang yang tidak terasa sakit.

Jika tidak dirawat, lesi akan tumbuh lambat membentuk massa yang masif. Rasa sakit dan parastesis jarang terjadi bahkan pada tumor besar. Tumor ini muncul dengan berbagai macam gambaran histologis antara lain variasi dalam bentuk folikular, pleksiform dan sel granular. Walaupun terdapat bermacam tipe histologis tapi hal ini tidak mempengaruhi perawatan maupun prognosis. Tipe solid atau multikistik tumbuh vasif secara lokal memiliki angka kajadian rekuransi yang tinggi bila tidak diangkat secara tepat tapi dari sisi lain tumor ini memiliki kecenderungan yang rendah untuk bermetastasis.

Oleh karena itu, ameloblastoma tipe solid atau multikistik harus dirawat secara radikal reseksi dengan margin jaringan normal disekeliling tumor. Pemeriksaan rutin jangka panjang bahkan seumur hidup diindikasikan untuk tipe ini.

Ameloblastoma tipe unikistik umumnya membentuk kista dentigerous secara klinis maupun secara radiografis walaupun beberapa diantaranya tidak berhubungan dengan gigi yang erupsi.

Tipe ini sulit didiagnosa karena kebanyakan ameloblastoma memiliki komponen kista. Tipe ini umumnya menyerang bagian posterior mandibula diikuti dengan regio parasimfisis dan anterior maksila. Sebuah variasi yang disebut sebagai ameloblastoma unikistik pertama kali disebut pada tahun oleh Robinson dan Martinez. Biasanya terjadi pada gingiva atau mukosa alveolar. Tipe ini menginfiltrasi jaringan di sekelilingnya yaitu jaringan ikat gingiva dan tidak ada keterlibatan tulang dibawahnya.

Periferal ameloblastoma ini umumnya tidak sakit, sessile, kaku, pertumbuhan eksofitik yang biasanya halus atau granular. Tumor ini pernah dilaporkan terjadi pada semua rentang umur dari 9 sampai 92 tahun. Kasus-kasus melaporkan bahwa tumor ini terjadi kebanyakan pada pria daripada wanita dengan perbandingan 1,9 dengan 1. Dari anterior mandibula sampai foramen mandibula paling sering terkena.

Perawatan yang direkomendasikan untuk tumor ini berbeda dengan perawatan tumor tipe lainnya karena tumor ini biasanya kecil dan bersifat lokal pada jaringan lunak superfisial. Kebanyakan lesi berhasil dirawat dengan eksisi lokal dengan mengikutsertakan sebagian kecil dari margin jaringan yang normal.

Margin inferior harus diikutkan periosteoum untuk meyakinkan penetrasi sel tumor ke tulang tidak terjadi. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, tetapi prediksi pada golongan penderita kulit berwarna.

Tumor ini tumbuh dari berbagai asal, walaupun rangsangan awal dari proses pembentukan tumor ini belum diketahui. Tumor ini dapat berasal dari: 1. Sisa-sel dari enamel organ atau sisa-sisa dental lamina. Struktur mikroskopis dari beberapa spesimen dijumpai pada area epitelial sel yang terlihat pada perifer berbentuk kolumnar dan berhubungan dengan ameloblast yang pada bagian tengah mengalami degenerasi serta menyerupai retikulum stelata.

Sisa-sisa dari epitel Malassez. Terlihat sisa-sisa epitel yang biasanya terdapat pada membran periodontal dan kadang-kadang dapat terlihat pada tulang spongiosa yang mungkin menyebabkan pergeseran gigi dan menstimulasi terbentuknya kista odontogenik 3. Epitelium dari kista odontogenik, terutama kista dentigerous dan odontoma.

Pada kasus yang dilaporkan oleh Cahn , Ivy , Hodson mengenai ameloblastoma yang berkembang dari kista periodontal atau kista dentigerous tapi hal ini sangat jarang terjadi. Setelah perawatan dari kista odontogenik, terjadi perkembangan dan rekurensi menjadi ameloblastoma. Basal sel dari epitelium permukaan dari tulang rahang.

Siegmund dan Weber pada beberapa kasus ameloblastoma menemukan adanya hubungan dengan epiteluim oral. Tumor ini muncul setelah terjadi mutasi-mutasi pada sel normal yang disebabkan oleh zat-zat karsinogen tadi. Tahap pertama merupakan Inisiaasi yatu kontak pertama sel normal dengan zat Karsinogen yang memancing sel normal tersebut menjadi ganas.

Tahap kedua yaitu Promosi, sel yang terpancing tersebut membentuk klon melalui pembelahan poliferasi. Gambaran Klinik: 1. Pembengkakan dengan berbagai ukuran yang bervariasi sehingga dapat meyebabkan deformitas wajah. Konsistensi bervariasi ada yang keras dan kadang ada bagian yang lunak 3.

Terjadi ekspansi tulang ke arah bukal dan lingual 4. Tumor ini meluas ke segala arah mendesak dan merusak tulak sekitarnya 5. Terdapat tanda egg shell cracking atau pingpong ball phonemona bila massa tumor telah mendesak korteks tulang dan tulangnya menipis 6. Tidak terdapat nyeri dan parasestesi, hanya pada beberapa penderita dengan benjolan disertai rasa nyeri.

Berkurangnya sensilibitas daerah distribusi n. Biasanya berisi cairan berwarna merah kecoklatan 9. Gigi geligi pada daerah tumor berubah letak dan goyang. Ameloblastoma merupakan tumor yang jinak tetapi merupakan lesi invasif secara lokal, dimana pertumbuhannya lambat dan dapat dijumpai setelah beberapa tahun sebelum gejala-gejalanya berkembang.

Ameloblastoma dapat terjadi pada usia dimana paling umum terjadi pada orang-orang yang berusia diantara 20 sampai 50 tahundan hampir dua pertiga pasien berusia lebih muda dari 40 tahun.

Hampir sebagian besar kasus-kasus yang dilaporkan menunjukkan bahwa ameloblastoma jauh lebih sering dijumpai pada mandibula dibanding pada maksila. Pada tahap yang sangat awal , riwayat pasien asimtomatis tanpa gejala. Ameloblastoma tumbuh secara perlahan selam bertahun-tahun, dan tidak ditemui sampai dilakukan pemeriksaan radiografi oral secara rutin. Pada tahap awal , tulang keras dan mukosa diatasnya berwarna normal. Pada tahap berikutnya, tulang menipis dan ketika teresobsi seluruhnya tumor yang menonjol terasa lunak pada penekanan dan dapat memiliki gambaran berlobul pada radiografi.

Dengan pembesarannya, maka tumor tersebut dapat mengekspansi tulang kortikal yang luas dan memutuskan batasan tulang serta menginvasi jaringan lunak. Pasien jadi menyadari adanya pembengkakan yang progresif, biasanya pada bagian bukal mandibula, juga dapat mengalami perluasan kepermukaan lingual, suatu gambaran yang tidak umum pada kista odontogenik.

Ketika menembus mukosa, permukaan tumor dapat menjadi memar dan mengalami ulserasi akibat penguyahan. Pada tahap lebih lanjut,kemungkinan ada rasa sakit didalam atau sekitar gigi dan gigi tetangga dapat goyang bahkan tanggal. Pembengkakan wajah dan asimetris wajah adalah penemuan ekstra oral yang penting. Sisi asimetris tergantung pada tulang utama atau tulang-tulang yang terlibat.

Perkembangan tumor tidak menimbulkan rasa sakit kecuali ada penekanan saraf atau terjadi komplikasi infeksi sekunder. Terkadang pasien membiarkan ameloblastoma bertahan selama beberapa tahun tanpa perawatan dan pada kasus-kasus tersebut ekspansi dapat menimbulkan ulkus namun tipe ulseratif dari pertumbuhan karsinoma yang tidak terjadi.

Pada tahap lanjut, ukurannya bertambah besar dapat menyebabkan gangguan penguyahan dan penelanan. Perlu menjadi perhatian, bahwa trauma seringkali dihubungkan dengan perkembangan ameloblastoma. Beberapa penelitian menyatakan bahwa tumor ini sering kali diawali oleh pencabutan gigi, kistektomi atau beberapa peristiwa traumatik lainnya.

Seperti kasus-kasus tumor lainnya pencabutan gigi sering mempengaruhi tumor tumor yang menyebabkan hilangnya gigi selain dari penyebabnya sendiri. Tumor ini pada saat pertama kali adalah padat tetapi kemudian menjadi kista pada pengeluaran sel-sel stelatenya. Ameloblastoma merupakan tumor jinak tetapi karena sifat invasinya dan sering kambuh maka tumor ini menjadi tumor yang lebih serius dan ditakutkan akan potensial komplikasinya jika tidak disingkirkan secara lengkap.

Tetapi sudah dinyatakan bahwa sangat sedikit kasus metastasenya yang telah dilaporkan. Klasifikasi WHO membagi ameloblastoma secara histologis terdiri dari folikular, pleksiform, acanthomatous, sel granular dan tipe basal.

Tipe Folikular Ameloblastoma tipe folikular menunjukkan gambaran histologi yang tipikal dengan adanya sarang-sarang folikular dari sel-sel tumor yang terdiri dari sebuah lapisan periferal dari sel-sel kolumnar dan kuboidal dan sebuah massa sentral dari sel yang tersusun jarang yang menyerupai retikulum stellata. Degenerasi dari jaringan yang berbentuk seperti retikulum stellata itu akan menghasilkan pembentukan kista.

Tipe Pleksiform Ameloblastoma tipe pleksiform ditandai dengan kehadiran sel tumor yag berbentuk seperti pita yang tidak teratur dan berhubungan satu sama lain. Stroma berbentuk dari jaringan ikat yang longar dan edematours fibrous yang mengalami degenerasi kistik. Tipe Acanthomatous Ameloblastoma tipe ini ditandai dengan karakteristik adanya aquamous metaplasia dari retikulum stelata yang berada diantara pulau-pulau tumor. Kista kecil berbentuk ditengan sarang sellular.

Stroma terdiri dari jaringan ikat yang fibrous dan padat.

214 1BD23 0XB0 PDF

AMELOBLASTOMA ADALAH PDF

Konsep asuhan keperawatan pada pasien dengan ameloblastoma l. Contoh kasus perioperatif intra operatif pada pasien dengan ameloblastoma. Ameloblastoma merupakan tumor yang berasal dari epithelial, gingival mucosa atau gengivomaxillary yang muncul pada gigi Price, Sylvia A, Ameloblastoma merupakan tumor odontogenik yang paling sering terjadi di mandibula dan maksila.

ARIANTEO PROGRAMMA PDF

Ameloblastoma

Ameloblastoma Adalah Definisi Ameloblastoma Ameloblastoma ialah tumor yang berasal dari jaringan organ enamel yang tidak menjalani diferensiasi membentuk enamel. Hal ini telah dijelaskan sangat tepat oleh Robinson bahwa tumor ini biasanya unisentrik, nonfungsional, pertumbuhannya bersifat intermiten, secara anatomis jinak dan secara klinis bersifat persisten. Ameloblastoma adalah tumor yang berasal dari epitelial odontogenik. Ameloblastoma biasanya pertumbuhannnya lambat, secara lokal invasif dan sebagian besar tumor ini bersifat jinak.

BAUHAUS ARCHIV MAGDALENA DROSTE PDF

Ameloblastic Carcinoma

Unable to process the form. Diagnosis of a suspected ameloblastoma usually follows a clinical examination and an X-ray. Ameloblastoma Bone Cancer Research Trust Recent research has revealed an association between the mutation of certain genes, which are involved in controlling cell growth, division and survival, and the development of ameloblastoma. Am Amelohlastoma Clin Oncol. Early diagnosis and adequate treatment leads to an excellent outlook for patients in previously reported ameloblastoma cases. Treatment of UA includes both radical and conservative surgical excision, curettage, chemical and electrocautery, radiation therapy or combination of surgery and radiation. Ameloblastoma Radiology Reference Article The peripheral ameloblastoma PA is defined as an ameloblaxtoma that is confined to the gingival or alveolar mucosa.

GREJANJE I KLIMATIZACIJA 2012 PDF

Ameloblastoma Adalah

Treatment[ edit ] Tracheal intubation is difficult in this child with a large ameloblastoma. While chemotherapy , radiation therapy , curettage and liquid nitrogen have been effective in some cases of ameloblastoma, surgical resection or enucleation remains the most definitive treatment for this condition. However, in a detailed study of patients, chemotherapy and radiation therapy was contraindicated for the treatment of ameloblastomas. Conservative treatment requires very careful case selection. Larger ameloblastomas can require partial resection of the jaw bone followed by bone grafting. Although, recurrence rate for this type of treatment is higher. Unicystic ameloblastomas—called intraluminal unicystic or plexiform unicystic ameloblstomas can be enucleated, as the epithelium is only limited to the inner cyst wall and lumen.

Related Articles