ATRESIA BILIER ADALAH PDF

Video Category: Atresia Bilier Atresia bilier mungkin adalah istilah yang tak terlalu banyak terdengar, namun ini merupakan sebuah kondisi di mana bayi baru saja lahir di mana saluran empedunya tak berkembang atau tak terbentuk seperti pada seharusnya. Padahal fungsi saluran empedu paling utama adalah sebagai penyalur empedu yang organ hati hasilkan dan simpan di kantong empedu lalu pengeluaran empedu ke saluran pencernaan secara sedikit-sedikit saat dibutuhkan. Fungsi empedu sendiri adalah sebagai pencerna makanan berlemak yang masuk ke dalam tubuh dan empedu ini memiliki karakteristik warna kuning agak kehijauan dan berbentuk cairan. Fungsi lainnya adalah sebagai pembuang zat sisa metabolisme serta racun yang bersarang di dalam tubuh sehingga bisa dikatakan bahwa empedu adalah bagian penting tubuh juga. Bagaimana bila pembentukan saluran empedu yang tak sempurna atau tak seperti normalnya?

Author:Doujin Vushakar
Country:Bolivia
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):24 February 2016
Pages:348
PDF File Size:20.47 Mb
ePub File Size:1.93 Mb
ISBN:330-2-76438-612-4
Downloads:50921
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Doujinn



Saluran ini akhirnya mengalir ke saluran hepatik umum. Duktus hepatika kemudian bergabung dengan duktus sistikus dari kandung empedu untuk membentuk saluran empedu umum, yang berlangsung dari hati ke duodenum bagian pertama dari usus kecil. Ketika makanan dikonsumsi, kontrak kandung empedu dan rilis disimpan empedu ke duodenum untuk membantu memecah lemak. Fungsi utama sistem bilier yang meliputi: untuk mengeringkan produk limbah dari hati ke duodenum untuk membantu dalam pencernaan dengan pelepasan terkontrol empedu Empedu merupakan cairan kehijauan-kuning terdiri dari produk-produk limbah, kolesterol, dan garam empedu yang disekresikan oleh sel-sel hati untuk melakukan dua fungsi utama, termasuk yang berikut: untuk membawa pergi limbah untuk memecah lemak selama pencernaan Garam empedu adalah komponen aktual yang membantu memecah dan menyerap lemak.

Empedu, yang dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk kotoran, adalah apa yang memberikan kotoran warna gelapnya coklat Tim Ohio State University, 2. Keadaan ini terjadi pada Hull, Atresia bilier adalah suatu keadaan dimana tidak adanya lumen pada traktus bilier ekstrahepatik yang menyebabkan hambatan aliran empedu. Atresia bilier terjadi karena proses inflamasi yang berkepanjangan yang menyebabkan kerusakan progresif pada duktus bilier ekstrahepatik sehingga terjadi hambatan aliran empedu kolestasis , akibatnya di dalam hati dan darah terjadi penumpukan garam empedu dan peningkatan bilirubin direk.

Namun, sebagian besar penulis berpendapat bahwa atresia bilier adalah akibat proses inflamasi yang merusak duktus bilier, bisa karena infeksi atau iskemi. Beberapa anak, terutama mereka dengan bentuk janin atresia bilier, seringkali memiliki cacat lahir lainnya di jantung, limpa, atau usus.

Sebuah fakta penting adalah bahwa atresia bilier bukan merupakan penyakit keturunan. Kasus dari atresia bilier pernah terjadi pada bayi kembar identik, dimana hanya 1 anak yang menderita penyakit tersebut.

Atresia bilier kemungkinan besar disebabkan oleh sebuah peristiwa yang terjadi selama hidup janin atau sekitar saat kelahiran. Kemungkinan yang "memicu" dapat mencakup satu atau kombinasi dari faktor-faktor predisposisi berikut Richard, : Infeksi virus atau bakteri Masalah dengan sistem kekebalan tubuh Komponen yang abnormal empedu Kesalahan dalam pengembangan saluran hati dan empedu Hepatocelluler dysfunction 2.

Urin menjadi gelap dan tinja akolik. Abdomen secara bertahap menjadi terdistensi oleh hepar yang membesar atau asites.

Akhirnya, limpa juga membesar. Ikterus karena peninggian bilirubin direk. Ikterus yang fisiologis sering disertai dengan peninggian bilirubin yang konyugasi. Dan harus diingat peninggian bilirubin yang tidak konyugasi jarang sampai 2 minggu. Kolestasis neonatal terlihat pada bayi dengan berat lahir normal dan meningkat pascanatal. Jika tidak diatasi dengan transplantasi hati kematian terjadi dalam waktu 2 tahun sejak bayi dilahirkan.

Bayi-bayi dengan Atresia bilier biasanya lahir dengan berat badan yang normal dan perkembangannya baik pada minggu pertama. Hepatomegali akan terlihat lebih awal. Splenomegali sering terjadi, dan biasanya berhubungan dengan progresivitas penyakit menjadi Cirrhosis hepatis dan hipertensi portal.

Adanya murmur jantung pertanda adanya kombinasi dengan kelainan jantung. Urin gelap yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin produk pemecahan dari hemoglobin dalam darah. Bilirubin kemudian disaring oleh ginjal dan dibuang dalam urin. Tinja berwarna pucat, karena tidak ada empedu atau pewarnaan bilirubin yang masuk ke dalam usus untuk mewarnai feses.

Juga, perut dapat menjadi bengkak akibat pembesaran hati. Penurunan berat badan, berkembang ketika tingkat ikterus meningkat Degenerasi secara gradual pada liver menyebabkan jaundice, ikterus, dan hepatomegali, Saluran intestine tidak bisa menyerap lemak dan lemak yang larut dalam air sehingga menyebabkan kondisi malnutrisi, defisiensi lemak larut dalam air serta gagal tumbuh.

Pada saat usia bayi mencapai bulan, akan timbul gejala berikut: Gangguan pertumbuhan yang mengakibatkan gagal tumbuh dan malnutrisi. Gatal-gatal Rewel 2. Obstruksi saluran bilier ekstrahepatik akan menimbulkan hiperbilirubinemia terkonjugasi yang disertai bilirubinuria.

Obstruksi saluran bilier ekstrahepatik dapat total maupun parsial. Obstruksi total dapat disertai tinja yang alkoholik. Penyebab tersering obstruksi bilier ekstrahepatik adalah : sumbatan batu empedu pada ujung bawah ductus koledokus, karsinoma kaput pancreas, karsinoma ampula vateri, striktura pasca peradangan atau operasi. Obstruksi pada saluran empedu ekstrahepatik menyebabkan obstruksi aliran normal empedu dari hati ke kantong empedu dan usus. Akhirnya terbentuk sumbatan dan menyebabkan cairan empedu balik ke hati ini akan menyebabkan peradangan, edema, degenerasi hati.

Dan apabila asam empedu tertumpuk dapat merusak hati. Bahkan hati menjadi fibrosis dan cirrhosis. Kemudian terjadi pembesaran hati yang menekan vena portal sehingga mengalami hipertensi portal yang akan mengakibatkan gagal hati.

Jika cairan empedu tersebar ke dalam darah dan kulit, akan menyebabkan rasa gatal. Degerasi secara gradual pada hati menyebabkan joundice, ikterik dan hepatomegaly. Karena tidak ada aliran empedu dari hati ke dalam usus, lemak dan vitamin larut lemak tidak dapat diabsorbsi, kekurangan vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D,E,K dan gagal tumbuh.

Vitamin A, D, E, K larut dalam lemak sehingga memerlukan lemak agar dapat diserap oleh tubuh. Kelebihan vitamin-vitamin tersebut akan disimpan dalam hati dan lemak didalam tubuh, kemudian digunakan saat diperlukan.

Tetapi mengkonsumsi berlebihan vitamin yang larut dalam lemak dapat membuat anda keracunan sehingga menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, dan masalah hati dan jantung. Patofisiologi dari Atresia biliaris masih sulit dimengerti, penelitian terakhir dikatakan kelainan kongenital dari sistim biliris.

Masalah ontogenesis hepatobilier dicurigai dengan bentuk atresia bilier yang berhubungan dengan kelainan kongenital yang lain. Walaupun yang banyak pada tipe neonatal dengan tanda khas inflamasi yang progresif, dengan dugaan infeksi atau toksik agen yang menyebabkan obliterasi duktus biliaris. Pada tipe III : yang sering terjadi adalah fibrosis yang menyebabkan obliterasi yang komplit sebagian sistim biliaris ekstra hepatal.

Duktus biliaris intra hepatal yang menuju porta hepatis biasanya pada minggu pertama kehidupan tampak paten tetapi mungkin dapat terjadi kerusakan yang progresif. Adanya toksin didalam saluran empedu menyebabkan kerusakan saluran empedu extrahepatis.

Identifikasi dari aktivitas dari inflamasi dan kerusakan Atresia sistim bilier ekstrahepatal tampaknya merupakan lesi yang didapat. Walaupun tidak dapat didentifikasi faktor penyebab secara khusus tetapi infeksi merupakan faktor penyebab terutama isolasi dari atresia bentuk neonatal. Banyak penelitian yang menyatakan peninggian titer antibodi reovirus tipe 3 pada penderita atresia biliaris dibandingkan dengan yang normal.

Tanda hipertensi portal dengan terlihatnya peningkatan ekogenitas daerah periportal. Pada keadaan Cirrhosis penangkapan pada hepar sangat kurang 3 Kholangiografi Intra operatif atau perkutaneus kholangiografi melalui kandung empedu yang terlihat : Gambaran atresia bilier bervariasi dan pengukuran dari hilus hepar jika atresia dikoreksi secara pembedahan dengan menganastomosis duktus biliaris yang intake Endoscopic retrograde cholangiopancreatography ERCP dengan menyuntik senyawa penontras dapat dilihat langsung keadaan duktus biliaris ekstra hepatal seperti obstruksi duktus kholedokus dan dapat melihat distal duktus biliaris ekstra hepatal distal dari duktus hepatikus komunis, serta dapat melihat kebocoran dari sistim bilier ekstra hepatal daerah porta hepatisMRI MRI MRCP : dapat melihat dengan jelas duktus biliaris ekstrahepata untuk menentukan ada tidaknya atresia billier Peninggian sinyal daerah periportal pada T2 weighted images 4.

Intubasi duodenum Jarang dilakukan untuk diagnosis Atresia bilier. Nasogastrik tub diletakkan didistal duodenum. Pada atresia bilier yang Non Correktable terlebih dahulu dilakukan laparatomi eksplorasi untuk menentukan potensi duktus bilier yang ada di daerah hilus hati dengan bantuan Frozen section.

Bila masih ada duktus bilier yang paten maka dilakukan operasi kasai. Pembedahan itu untuk menghasilkan drainase getah empedu yang efektif harus dilaksanakan dalam periode 2 hingga 3 bulan sesudah lahir agar kerusakan hati yang progresif dapat dikurangi.

Operasi Kasai prosedur : tujuannya untuk mengangkat daerah yang mengalami atresia dan menyambung hepar langsung ke usus halus sehingga cairan empedu dapat lansung keluar ke usus halus disebut juga Roux-en-Y hepatoportojejunostomy Transplantasi hati : Dilakukan pada keadaan Kasai prosedur tidak berhasil , atresia total atau dengan komplikasi cirhosis hepatis 2.

Pada pemeriksaan perut, hati teraba membesar. Pemeriksaan yang biasa dilakukan: Pemeriksaan darah terdapat peningkatan kadar bilirubin USG perut Rontgen perut tampak hati membesar Kolangiogram Laparotomi biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan.

Akhirnya terbentuk sumbatan dan menyebabkan empedu balik ke hati ini akan menyebabkan peradangan, edema, degenerasi hati. Dan hipertensi portal sehingga akan mengakibatkan gagal hati. Progresif serosis hepatis trjadi jika aliran hanya dapat dibuka sebagian oleh prosedur pembedahan, permasalahan dengan pendarahan dan penngumpalan. Karena tidak ada empedu dalam usus, lemak dan vitamin larut lemak tidak dapat diabsorbsi, kekurangan vitamin larut lemak dan gagal tumbuh. Asites merupakan akumulasi cairan dalam kapasitas abdomen yang disebabkan penurunan produksi albumin dalam protein plasma.

Kolangitis menaik dibagi 2:Kolangitis menaik dini early ascending cholangitis. Hal ini bias berakibat fatal bila terjadi. Kolangitis menaik lambat late cholangitis. Hal ini tidak bersifat fatal, tetapi hamper selalu terjadi pada pasca operasi.

Cara mencegah kolangitis menaik adalah dengan modifikasi kimura pada tekhnik operasi Kasai I Halimun, EM, Penderita meninggal akibat kegagalan fungsi hati dan sirosis dengan hipertensi portal koop, BAB 3.

LIBROS DE ROBERT KIYOSAKI RETIRATE JOVEN Y RICO PDF

Atresia Bilier: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya atresia bilier antara lain: Infeksi bakteri atau virus setelah lahir, seperti : cytomegalovirus, reovirus, atau rotavirus. Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti komponen sistem kekebalan tubuh menyerang organ hati atau saluran empedu pasien itu sendiri. Adanya perubahan struktur genetik. Gangguan pada saat perkembangan organ hati dan saluran empedu pada saat kehamilan. Paparan terhadap bahan berbahaya pada saat hamil. Kondisi ini tidak berkaitan dengan faktor keturunan, artinya tidak diturunkan oleh orang tua ke anaknya. Oleh karena itu, orang tua yang pernah memiliki riwayat atresia bilier belum tentu anaknya juga akan mengalami kelainan yang sama.

ELEMENTOS BIOGENESICOS PRIMARIOS PDF

Atresia Bilier: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dll

Ini terjadi pada satu dari Penyebab atresia bilier tidak diketahui, dan perawatan hanya sebagian berhasil. Kerusakan hati yang terjadi dari atresia empedu disebabkan oleh cedera dan kerugian atresia dari saluran empedu yang bertanggung jawab untuk mengalirkan empedu dari hati. Empedu dibuat oleh hati dan melalui saluran empedu dan masuk ke usus di mana ia membantu mencerna makanan, lemak, dan kolesterol.

CONCURRENCIA Y SECUENCIABILIDAD PDF

Atresia Bilier

Jika tidak diatasi dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi. Berikut adalah komplikasi yang perlu diwaspadai: Malnutrisi Sirosis hati dan komplikasi terkait Gagal hati Komplikasi seperti sirosis, biasanya terjadi apabila penyakit ini dibiarkan selama 6 bulan, sedangkan gagal hati umumnya terjadi dalam kurun waktu satu tahun. Jika gagal hati terjadi, maka harus dilakukan transplantasi hati agar bayi dapat bertahan hidup. Diagnosis Atresia Bilier Pertama-tama dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan bayi dan riwayat penyakit dalam keluarga. Dokter juga akan menanyakan ada atau tidaknya gejala yang menunjukkan penyakit kuning dan perubahan warna pada feses. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang mungkin akan dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan lain. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini: 1.

BUSINESS COMMUNICATION 7TH EDITION KRIZAN PDF

Oleh Risky Candra Swari Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Atresia bilier adalah penyakit saluran empedu langka yang hanya menyerang bayi. Saluran empedu pada hati, disebut juga dengan duktus hepatikus, berfungsi untuk menghancurkan lemak , menyerap vitamin larut lemak, serta membawa racun dan produk sisa keluar tubuh. Pada atresia bilier, saluran tersebut membengkak dan menjadi tersumbat.

Related Articles