JURNAL INSOMNIA PADA LANSIA PDF

Diakses pada tanggal 11 September pukul Bps, Jumlah Dan Distribusi Penduduk Dalami,

Author:Mesho Mezizil
Country:Antigua & Barbuda
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):25 August 2012
Pages:441
PDF File Size:1.22 Mb
ePub File Size:11.89 Mb
ISBN:184-4-60379-187-1
Downloads:56164
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazishura



Farmakologis Penyebab Insomnia pada Lansia Lansia dapat beresiko terkena insomnia disebabkan beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut adalah beberapa penyebab insomnia pada lansia : [2] Perubahan gaya hidup Memiliki riwayat penyakit akut medis , seperti penyakit jantung , kanker otak , dan kanker tulang. Perubahan perilaku Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat terjadi pada lansia yang mengidap gangguan tidur Insomnia : [1,3] Insomnia dapat membuat kualitas hidup menjadi menurun.

Terjadinya penurunan daya ingat serta konsentrasi. Menyebabkan seseorang menjadi mudah lelah. Kemampuan psikomotorik menjadi terganggu. Dapat beresiko mengalami kecelakaan seperti terjatuh hingga kematian Cara Mencegah Insomnia pada Lansia Seiring bertambahnya usia, seseorang biasanya mengalami perubahan pola hidup, baik dari segi asupan makanan, aktifitas kerja hingga istirahatnya. Untuk mencegah insomnia pada lansia, hal yang harus dilakukan adalah mengatur pola hidup yang baik khususnya tidur.

Selain itu mengkonsumsi makanan yang sehat serta rutin berolahraga untuk meningkatkan kualitas tidur [4]. Hanya saja untuk kasus ini, para lansia yang mengalami insomnia, disarankan untuk memilih cara non-farmatologis terlebih dahulu sebelum benar-benar harus menggunakan cara farmakologis untuk menghindari resiko efek samping [3].

Non-Farmakologis Berikut beberapa pilihan perawatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk pengobatan insomnia : [1,3] Menerapkan pendidikan sleep hygiene Memberikan edukasi kepada para lansia mengenai ilmukesehatan yang berhubungan dengan tidur, bagaimana menciptakan tidur yang sehatdan lingkungan tidur yang kondusif guna memperoleh atau mempernaiki kualitastidur penderita insomnia.

Terapi akupuntur Terapi asal Tiongkokini, selain dapat digunakan untuk melancarakan peredaran darah, terapi ini jugadapat diaplikasikan pada penderita insomnia. Terapi reduksi stres berbasis kesadaran Sebuah terapi yang menggunakan teknik pengurangan stress berdasarkan kesadaran pengidapnya di mana pasien akan diajarkan tentang kesadaran dalam menerima segala hal yang telah terjadi.

Teknik tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan meditasi, olah pernapasan dan Hatha yoga. Terapi cahaya terang Terapi yang memanfaatkancahaya buatan ini sangat efektif dalam membangun siklus tidur yang benar dan sehatdi mana seorang praktisi kesehatan akan memaparkan cahaya pada mata pasienkurang lebih lux di waktu-waktu tertentu.

Farmakologis Berikut beberapa obat-obatan pada perawatan farmakologis yang dapat digunakan untuk pengobatan insomnia: [1,3] 1. Obat Antidepresan Ada beberapa jenis obat antidepresan yang biasanya digunakan dalam pengobatan pasien insomnia bagi lansia yakni sebagai berikut : [1] Trazodone Beradasarkan data yang dipaparkan oleh Walsh dan Schwitzer, ternyata obat jenis ini lebih sering digunakan pada penderita insomnia.

Hal ini karena Trazodone adalah jenis obat antidepresan yang memiliki sifat menenangkan dan biasa dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit. Obat ini diberikan dengan dosis mg atau plasebo selama kurang lebih 5 minggu. Suplemen Herbal Jika anda ingin memilih pengobatan yang lebih alami, mungkin anda bisa mengkonsumsi suplemen herbal. Penggunaan suplemen herbal dianggap pula mampu mengatasi gangguan tidur.

Beberapa obat herbal yang dianjurkan antara lain seperti valerian, kava-kava, chamomile, dan tanaman yang tergolong dalam jenis passion flower [3]. Benzodiazepine Benzodiazepine adalah jenis obat yang digunakan pada pengobatan jangka pendek bagi penderita insomnia. Obat ini berfungsi untuk mengatasi insomnia dengan cara mengurangi tidur dengan gerakan mata yang cepat atau yang biasa disebut dengan Rapid Eye Movement REM , mengurangi terjadinya terbangun pada malam hari, serta mengurangi kebiasaan tidur.

Non-benzodiazepine Adapun jenis-jenis dari obat non-benzodiazepine antara lain: [1] Zolpidem Zolpidem adalah obat yang dikonsumsi pada saat tidur dengan dosis 5 sampai 10 mg. Zolpidem memiliki efek samping antara lain mual, pusing serta mengantuk. Obat jenis ini biasa digunakan di negara Amerika dan Eropa. Zaleplon Zaleplon adalah obat yang dikonsumsi pada saat tidur dengan dosis 5 sampai 10 mg.

Tidak ada efek samping pada obat jenis ini. Zopiclone Zopiclone adalah obat yang dikonsumsi pada saat tidur dengan dosis 7,5 mg. Obat ini sangat mudah diserap oleh hati serta mampu mengurangi kebiasaan bangun pada malam hari.

Eszopiclone adalah obat yang jika dikonsumsi dengan dosis 2 mg, maka obat ini akan meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi durasi tidur siang. Obat ini memiliki efek samping seperti sakit kepala tetapi obat ini manjur untuk para lansia. Insomnia in the Elderly: Cause, Approach, and Treatment. The American Journal of Medicine. Sleep Medicine Clinics. National Institutes of Health. Insomnia in the Elderly: A Review. Journal of Clinical Sleep Medicine. Sleep Tips for Older Adults.

LOS ATRIBUTOS DE DIOS PAUL WASHER PDF

Pengaruh Senam Lansia Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Yang Insomnia

Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara kecemasan, depresi, dukungan keluarga, dan kondisi lingkungan dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan rancangan cross sectional dan metode exhausive sampling. Sebanyak 96 lansia penghuni panti memenuhi kriteria penelitian. Pemberian penyuluhan kepada keluarga lansia adalah salah satu kegiatan yang penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga lansia bahwa lansia tidak hanya sekadar diperhatikan kebutuhan fisiknya tetapi juga kebutuhan psikologisnya.

LITTLE FOXES LILLIAN HELLMAN PDF

Insomnia Pada Lansia – Penyebab – Bahaya dan Cara Mengatasinya

Farmakologis Penyebab Insomnia pada Lansia Lansia dapat beresiko terkena insomnia disebabkan beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut adalah beberapa penyebab insomnia pada lansia : [2] Perubahan gaya hidup Memiliki riwayat penyakit akut medis , seperti penyakit jantung , kanker otak , dan kanker tulang. Perubahan perilaku Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat terjadi pada lansia yang mengidap gangguan tidur Insomnia : [1,3] Insomnia dapat membuat kualitas hidup menjadi menurun. Terjadinya penurunan daya ingat serta konsentrasi. Menyebabkan seseorang menjadi mudah lelah. Kemampuan psikomotorik menjadi terganggu.

ALTERNARIA CITRICOS PDF

JURNAL LANSIA DEPRESI DAN INSOMNIA.pdf

Insomnia is the condition when an individual experiencing or at risk of changes in the quantity and quality of resting and cause discomfort or interfere the desire lifestyle. The quantity of sleeping can be seen from the amount of effective sleep time for different age groups, whereas sleep quality can be assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire. Many things can be done to improve the quality of sleep on elderly by applying a back massage. This study aims at determining the effect of back massage toward sleep quality i n the elderly. Samples were divided into two groups randomly, namely experimental group and the control group.

Related Articles