JURNAL ULKUS DIABETIK PDF

Penatalaksanaan kaki diabetika terutama difokuskan untuk mencegah dan menghindari amputasi ekstremitas bawah. Sebelum dilakukan terapi, seorang dokter yang akan menangani pasien dengan ulkus kaki diabetik sebaiknya dapat melakukan penilaian kaki diabetik secara menyeluruh, melakukan identifikasi penyebab terjadinya ulkus dan faktor penyulit penyembuhan luka serta menilai ada tidaknya infeksi. Membedakan apakah ulkus kaki diabetik disebabkan oleh faktor neuropati atau penyakit arteri perifer sangatlah penting karena revaskularisasi perlu dilakukan bila terdapat gangguan arteri perifer. Muha J melaporkan satu di antara 5 penderita ulkus DM memerlukan tindakan amputasi. Ebskov B.

Author:Zulur Shanos
Country:Equatorial Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):13 June 2014
Pages:200
PDF File Size:17.95 Mb
ePub File Size:14.57 Mb
ISBN:935-5-87635-196-8
Downloads:63390
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kagagal



Penatalaksanaan kaki diabetika terutama difokuskan untuk mencegah dan menghindari amputasi ekstremitas bawah. Sebelum dilakukan terapi, seorang dokter yang akan menangani pasien dengan ulkus kaki diabetik sebaiknya dapat melakukan penilaian kaki diabetik secara menyeluruh, melakukan identifikasi penyebab terjadinya ulkus dan faktor penyulit penyembuhan luka serta menilai ada tidaknya infeksi.

Membedakan apakah ulkus kaki diabetik disebabkan oleh faktor neuropati atau penyakit arteri perifer sangatlah penting karena revaskularisasi perlu dilakukan bila terdapat gangguan arteri perifer. Muha J melaporkan satu di antara 5 penderita ulkus DM memerlukan tindakan amputasi.

Ebskov B. Neuropati perifer mempunyai peranan yang sangat besar dalam terjadinya kaki diabetika akibat hilangnya proteksi sensasi nyeri terutama di kaki. Perawatan ulkus baik konservatif maupun amputasi membutuhkan biaya yang sangat mahal. Manajemen kaki diabetika terutama difokuskan untuk mencegah dan menghindari amputasi ekstremitas bawah. Patogenesis Ulkus Diabetik Perubahan patofisiologi pada tingkat biomolekuler menyebabkan neuropati perifer, penyakit vaskuler perifer dan penurunan sistem imunitas yang berakibat terganggunya proses penyembuhan luka.

Deformitas kaki sebagaimana terjadi pada neuroartropati Charcot terjadi sebagai akibat adanya neuropati motoris. Faktor lingkungan, terutama adalah trauma akut maupun kronis akibat tekanan sepatu, benda tajam, dan sebagainya merupakan faktor yang memulai terjadinya ulkus.

Neuropati perifer pada penyakit DM dapat menimbulkan kerusakan pada serabut motorik, sensoris dan autonom. Kerusakan serabut motoris dapat menimbulkan kelemahan otot, atrofi otot, deformitas hammer toes, claw toes, pes cavus, pes planus, halgus valgus, kontraktur tendon Achilles dan bersama dengan adanya neuropati memudahkan terbentuknya kalus. Kerusakan serabut sensoris yang terjadi akibat rusaknya serabut mielin mengakibatkan penurunan sensasi nyeri sehingga memudahkan terjadinya ulkus kaki.

Kerusakan serabut autonom yang terjadi akibat denervasi simpatik menimbulkan kulit kering anhidrosis dan terbentuknya fisura kulit dan edema kaki.

Kerusakan serabut motorik, sensoris dan autonom memudahkan terjadinya artropati Charcot. Gangguan vaskuler perifer baik akibat makrovaskular aterosklerosis maupun karena gangguan yang bersifat mikrovaskular menyebabkan terjadinya iskemia kaki. Keadaan tersebut di samping menjadi penyebab terjadinya ulkus juga mempersulit proses penyembuhan ulkus kaki.

Untuk tujuan klinis praktis, kaki diabetika dapat dibagi menjadi 3 katagori, yaitu kaki diabetika neuropati, iskemia dan neuroiskemia. Penilaian Ulkus Kaki Diabetik Melakukan penilaian ulkus kaki merupakan hal yang sangat penting karena berkaitan dengan keputusan dalam terapi.

Penilaian ulkus dimulai dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Deskripsi Ulkus Deskripsi ulkus DM paling tidak harus meliputi; ukuran, kedalaman, bau, bentuk dan lokasi. Penilaian ini digunakan untuk menilai kemajuan terapi. Pada ulkus yang dilatarbelakngi neuropati ulkus biasanya bersifat kering,fisura, kulit hangat, kalus, warna kulit normal dan lokasi biasanya di plantar, lesi sering berupa punch out.

Sedangkan lesi akibat iskemia bersifat sianotik, gangren, kulit dingin dan lokasi tersering adalah di jari. Probe dapat membantu untuk menentukan adanya sinus, mengetahui ulkus melibatkan tendon, tulang atau sendi. Ulkus Akibat Neuropati Apabila ulkus telah terjadi beberapa bulan dan bersifat asimptomatik maka perlu dicurigai bahwa ulkus dilatarbelakangi oleh faktor neuropati.

Pada ulkus neuropati karakter ulkus berupa lesi punched out di area hiperkeratotik, lokasi kebanyakkan di plantar pedis, kulit kering, hangat dan warna kulit normal, adanya kalus kapal. Sedangkan untuk menentukan faktor neuropati sebagai penyebab terjadinya ulkus dapat digunakan pemeriksaan refleks sendi kaki, pemeriksaan sensoris, pemeriksaan dengan garpu tala, atau dengan uji monofilamen. Uji monofilamen merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana dan cukup sensitif untuk mendiagnosis pasien yang memiliki risiko terkena ulkus karena telah mengalami gangguan neuropati sensoris perifer.

Hasil tes dikatakan tidak normal apabila pasien tidak dapat merasakan sentuhan nilon monofilamen. Bagian yang dilakukan pemeriksaan monofilamen adalah di sisi plantar area metatarsal, tumit dan dan di antara metatarsal dan tumit dan sisi dorsal. Faktor risiko lain selain DM yang memudahkan terjadinya penyakit arteri perifer oklusif adalah merokok, hipertensi dan hiperlipidemia.

Arteri perifer yang sering terganggu adalah arteri tibialis dan arteri peroneal terutama daerah antara lutut dan sendi kaki. Adanya obstruksi arteri tungkai bawah ditandai dengan keluhan nyeri saat berjalan dan berkurang saat istirahat claudication , kulit membiru, dingin, ulkus dan gangren.

Iskemi menyebabkan terganggunya distribusi oksigen dan nutrisi sehingga ulkus sulit sembuh. Secara klinis adanya oklusi dapat dinilai melalui perabaan nadi arteri poplitea, tibialis dan dorsalis pedis. Ankle brachial index ABI merupakan pemeriksaan non invasive. Pemeriksaan ABI sangat murah, mudah dilakukan dan mempunyai sensitivitas yang cukup baik sebagai marker adanya insufisiensi arterial.

Pemeriksaan ABI dilakukan seperti kita mengukur tekanan darah menggunakan manset tekanan darah, kemudian adanya tekanan yang berasal dari arteri akan dideteksi oleh probe Doppler pengganti stetoskop. Dalam keadaan normal tekanan sistolik di tungkai bawah ankle sama atau sedikit lebih tinggi dibandingkan tekanan darah sistolik lengan atas brachial.

Pada keadaan di mana terjadi stenosis arteri di tungkai bawah maka akan terjadi penurunan tekanan. ABI dihitung berdasarkan rasio tekanan sistolik ankle dibagi tekanan sistolik brachial. Apabila diagnosis adanya penyakit obstruksi vascular perifer masih diragukan, atau apabila direncanakan akan dilakukan tindakan revaskularisasi maka pemeriksaan digital subtraction angiography, CTA atau MRA perlu dikerjakan.

Gold standar untuk diagnosis dan evaluasi obstruksi vaskular perifer adalah DSA. Pemeriksaan DSA perlu dilakukan bila intervensi endovascular menjadi pilihan terapi. Klasifikasi Ulkus DM Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, lesi pada kaki harus dinilai berdasarkan sistem klasifikasi yang dapat membantu dalam keputusan terapi dan menentukan prognosis penyembuhan atau risiko amputasi.

Ada beberapa sistem klasifikasi untuk menilai gradasi lesi, salah satunya yang banyak dianut adalah klasifikasi ulkus DM berdasarkan University of Texas Classification System. Sistem klasifikasi ini menilai lesi bukan hanya faktor dalamnya lesi, tetapi juga menilai ada tidaknya faktor infeksi dan iskemia.

Lesi semakin berat dan semakin besar risiko dilakukan amputasi bila sifat lesi semakin ke bawah dan ke arah kanan tabel 3. Status Infeksi Infeksi merupakan ancaman utama amputasi pada penderita kaki diabetik.

Infeksi superfisial di kulit apabila tidak segera di atas dapat berkembang menembus jaringan di bawah kulit, seperti otot, tendon, sendi dan tulang, atau bahkan menjadi infeksi sistemik.

Tidak semua ulkus mengalami infeksi. Adanya infeksi perlu dicurigai apabila dijumpai peradangan lokal, cairan purulen, sinus atau krepitasi. Menegakkan adanya infeksi pada penderita DM tidaklah mudah.

Respons inflamasi pada penderita DM menurun karena adanya penurunan fungsi lekosit, gangguan neuropati dan vaskular. Infeksi dikatagorikan sebagai derajat 1 tanpa infeksi , derajat 2 infeksi ringan: melibatkan jaringan kulit dan subkutis , derajat 3 infeksi sedang: terjadi selulitis luas atau infeksi lebih dalam dan derajat 4 infeksi berat: dijumpai adanya sepsis.

Pada ulkus kaki terinfeksi dan kaki diabetik terinfeksi tanpa ulkus harus dilakukan kultur dan sensitifitas kuman. Namun standar kultur adalah dari debridemen jaringan nekrotik. Kuman pada infeksi kaki diabetik bersifat polimikrobial. Staphylococcus dan Streptococcus merupakan patogen dominan.

Osteomielitis yang tidak terdeteksi akan mempersulit penyembuhan ulkus. Oleh sebab itu setiap terjadi ulkus perlu dipikirkan kemungkinan adanya osteomielitis.

Diagnosis osteomielitis tidak mudah ditegakkan. Seandainya terjadi gangguan tulang hal ini masih sering sulit dibedakan antara gambaran osteomielitis atau artropati neuropati. Pemeriksaan radiologi perlu dilakukan karena di samping dapat mendeteksi adanya osteomielitis juga dapat memberikan informasi adanya osteolisis, fraktur dan dislokasi, gas gangren, deformitas kaki.

Namun diagnosis pasti osteomielitis tetap didasarkan pada pemeriksaan kultur tulang. Penyakit DM melibatkan sistem multi organ yang akan mempengaruhi penyembuhan luka. Hipertensi, hiperglikemia,hiperkolesterolemia, gangguan kardiovaskular stroke, penyakit jantung koroner , gangguan fungsi ginjal, dan sebagainya harus dikendalikan. Debridemen Tindakan debridemen merupakan salah satu terapi penting pada kasus ulkus diabetika.

Setelah dilakukan debridemen luka harus diirigasi dengan larutan garam fisiologis atau pembersih lain dan dilakukan dressing kompres. Enzim tersebut akan menghancurkan residu residu protein. Contohnya, kolagenasi akan melisikan kolagen dan elastin. Beberapa jenis debridement yang sering dipakai adalah papin, DNAse dan fibrinolisin. Debridemen autolitik terjadi secara alami apabila seseorang terkena luka. Proses ini melibatkan makrofag dan enzim proteolitik endogen yang secara alami akan melisiskan jaringan nekrotik.

Secara sintetis preparat hidrogel dan hydrocolloid dapat menciptakan kondisi lingkungan yang optimal bagi fagosit tubuh dan bertindak sebagai agent yang melisiskan jaringan nekrotik serta memacu proses granulasi. Belatung Lucilla serricata yang disterilkan sering digunakan untuk debridemen biologi. Belatung menghasilkan enzim yang dapat menghancurkan jaringan nekrotik. Debridemen bedah merupakan jenis debridemen yang paling cepat dan efisien. Tujuan debridemen bedah adalah untuk : 1. Menghilangkan jaringan kalus, 4.

Mengurangi beban tekanan off loading Pada saat seseorang berjalan maka kaki mendapatkan beban yang besar. Pada penderita DM yang mengalami neuropati permukaan plantar kaki mudah mengalami luka atau luka menjadi sulit sembuh akibat tekanan beban tubuh maupun iritasi kronis sepatu yang digunakan.

Salah satu hal yang sangat penting namun sampai kini tidak mendapatkan perhatian dalam perawatan kaki diabetik adalah mengurangi atau menghilangkan beban pada kaki off loading. Upaya off loading berdasarkan penelitian terbukti dapat mempercepat kesembuhan ulkus. Metode off loading yang sering digunakan adalah: mengurangi kecepatan saat berjalan kaki, istirahat bed rest , kursi roda, alas kaki, removable cast walker, total contact cast, walker, sepatu boot ambulatory.

Total contact cast merupakan metode off loading yang paling efektif dibandingkan metode yang lain. TCC dirancang mengikuti bentuk kaki dan tungkai, dan dirancang agar tekanan plantar kaki terdistribusi secara merata. Telapak kaki bagian tengah diganjal dengan karet sehingga memberikan permukaan rata dengan telapak kaki sisi depan dan belakang tumit. Luka akan menjadi cepat sembuh apabila eksudat dapat dikontrol, menjaga agar luka dalam keadaan lembab, luka tidak lengket dengan bahan kompres, terhindar dari infeksi dan permeabel terhadap gas.

Tindakan dressing merupakan salah satu komponen penting dalam mempercepat penyembuhan lesi. Prinsip dressing adalah bagaimana menciptakan suasana dalam keadaan lembab sehingga dapat meminimalisasi trauma dan risiko operasi.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih dressing yang akan digunakan, yaitu tipe ulkus, ada atau tidaknya eksudat, ada tidaknya infeksi, kondisi kulit sekitar dan biaya. Ada beberapa jenis dressing yang sering dipakai dalam perawatan luka, seperti: hydrocolloid, hydrogel, calcium alginate, foam, kompres anti mikroba, dan sebagainya.

Ovington memberikan pedoman dalam memilih dressing yang tepat dalam menjaga keseimbangan kelembaban luka: - Kompres harus mampu memberikan lingkungan luka yang lembab - Gunakan penilaian klinis dalam memilih kompres untuk luka luka tertentu yang akan diobati - Kompres yang digunakan mampu untuk menjaga tepi luka tetap kering selama sambil tetap mempertahankan luka bersifat lembab - Kompres yang dipilih dapat mengendalikan eksudat dan tidak menyebabkan maserasi pada luka - Kompres yang dipilih bersifat mudah digunakan dan yang bersifat tidak sering diganti - Dalam menggunakan dressing, kompres dapat menjangkau rongga luka sehingga dapat meminimalisasi invasi bakteri.

Pengendalian Infeksi Pemberian antibitoka didasarkan pada hasil kultur kuman. Namun sebelum hasil kultur dan sensitifitas kuman tersedia antibiotika harus segera diberikan secara empiris pada kaki diabetik yang terinfeksi. Antibiotika yang disarankan pada kaki diabetik terinfeksi.

DONNA FINANDO PDF

Jurnal Doc : jurnal gambaran ulkus diabetikum

Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Pemasaran Internasional Gratis Apakah pada saat penelitian sebelumnya Anda sebagai mahasiswa pemasaran membutuhkan sebuah jurnal pemasaran internasional? Karena nantinya penelitian Anda akan dipublikasikan dan pada saat Anda mempublikasikan sebuah penelitian yang dibuat dengan… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Contoh Kumpulan Jurnal Psikologi Internasional Gratis Dalam menempuh pendidikan Anda akan banyak mengalami cobaan karena biasanya semakin tinggi pendidikan yang akan Anda tuntut maka akan semakin banyak pula beban… Oleh cinta jurnal Diposting pada 14 Agustus …Kenali Pengertian Jurnal Ilmiah Dan Contohnya Jika anda mencari pengertian jurnal ilmiah dan contohnya dalam bentuk serta struktur yang tepat, maka artikel ini adalah solusi tepat yang wajib untuk… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Manajemen Pemasaran Gratis Apakah Anda kini sedang menjalankan tugas akhir untuk menyelesaikan studi Anda dalam bidang manajemen pemasaran? Jika demikian maka tentunya Anda sedang membutuhkan sebuah… Oleh cinta jurnal Diposting pada 16 Agustus …Transakai Jurnal Umum Perusahaan Dagang Untuk Berbagai Keperluan Untuk pelajar atau mahasiswa tentu contoh transaksi jurnal umum perusahaan dagang dapat dijadikan gambaran mengenai jurnal umum perusahaan yang benar dan… 1.

GIMP BENUTZERHANDBUCH PDF

jurnal ulkus diabetik

Perawatan rutin ulkus, pengobatan infeksi, amputasi dan perawatan di rumah sakit membutuhkan biaya yang sangat besar tiap tahun dan menjadi beban yang sangat besar dalam sistem pemeliharaan kesehatan. Ulkus diabetes disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu neuropati, trauma, deformitas kaki, tekanan tinggi pada telapak kaki dan penyakit vaskuler perifer. Pemeriksaan dan klasifikasi ulkus diabetes yang menyeluruh dan sistematik dapat membantu memberikan arahan perawatan yang adekuat. Dasar dari perawatan ulkus diabetes meliputi 3 hal yaitu debridement, offloading dan kontrol infeksi. Ulkus kaki pada pasien diabetes harus mendapatkan perawatan karena ada beberapa alasan, misalnya unfuk mengurangi resiko infeksidan amputasi, memperbaiki fungsi dan kualitas hidup, dan mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan.

FAURE REQUIEM PIE JESU PDF

Perawatan Ulkus Diabetes

Ulkus kaki adalah salah satu komplikasi utama diabetes mellitus. Tujuan dari enelitian ini adalah untuk menilai prevalensi faktor terkait dengan ulkus kaki pada pasien diabetes mellitus di Rumah sakit rujukan Ayder. Systematic random sampling pada pasien. Analisa data dilakukan secara manual dan diringkas menggunakan statistic deskriptif. Text, gambar dan tabel digunakan untuk mempresentasikan temuan. Data yang sudah dikumpulkan kemudian digunakan setelah mendapatkan persetujuan dari Universitas Mekelle, Perguruan tinggi ilmu kesehatan dan departemen keperawatan komite peninjau etik.

Related Articles